KETIKA HATI MEMENANGKAN CINTA
“Mom … Aku telah putuskan…”.
Aku berteriak agar Mom ku menoleh, benar saja Mom yang
selalu cerewet itu menoleh kearahku, kaca mata beliau merosot kehidung Mom yang
kecil.
“apa yang kau putuskan ?”. Suara Mom datar namun nada
nya berkelok itu bertanda Mom BETE melihat tingkah ku.
“Putri tidak akan
memilih Faris tapi Akbar”. Benar saja Mom mencibirku dan ayat-ayat cinta
meluncur manis dari bibir beliau.
“Putri pintar Mom… 21 tahun kini usiamu, baru kali ini ada
sisi lain dari Putri Mom, Mom… pikir mom kenal Putri mom lebih dari siapa pun
ternyata baru kini mom tahu Putri mom punya sisi lain.” .
“ sisi yang bagai
mana, yang mom maksud?”. Mom menatap ku, tanpa ku mengerti.
“dari kecil sampai kemarin mom tahu Putri selalu rasional,
tidak pernah sekalipin mom melihat Putri mom membiarkan hati nya menguasai
pikiran mu, mom tahu , tak ada manusia tyang selalu rasional ketika cinta
menguasai nya.”
“ho…ho… Mom tak suka Putri memilih Akbar?”
“tak berhak mom tak setuju keputusan gadis mom, karna mom
tahu gadis mom adalah gadis yang pintar, pasti kamu tahu dan siap ketika kamu
putuskan memilih Akbar bukan Faris”.
Mom menatap ku. Mom selalu bilang aku gadi pintar.
Entah dari mana mom menilai ku, padahal ku pikir, aku adalah gadis biasa. NO
bilang mom, kau gadis pintar, AH…Mom… itu karna aku satu-satunya Putri mom.
“Mom tahu Akbar lah yang mengatakan kalau dia mencintaiku dan
sehari setelah nya baru Faris, Putri harus adil, Akbar lah pemenang nya karna
dia lebih cepat satu hari.”
Mendengar kalimat yang ku ucapkan mom terbahak keras,
keras sekali tak seperti biasa…
“AH…kamu! Biar pun Faris yang datang satu tahun lebih dulu
kamu tetap pilih Akbar karna kali ini kamu memenangkan hati mu dan karna hati
mu penuh dengan keinginan mu bersama Akbar….betapa cinta Putri penuh maaf….
Rasa nya Mom masih ingat ketika Putri katakan… sana… Akbar pergilah kesegitiga
Bermuda bersama kenangan cinta mu dan jangan muncul lagi, aku tak perlu pria
yang tak bisa Move on dengan cinta masa lalu nya , aku perlu pria dengan tubuh
dan hati milik ku seluruh nya.” Mom terbahak “kalimat yang kau ucapkan satu
tahun lalu …..”
Aku tersipu. Sungguh mom selalu tahu apa yang
kulakukan bagai mana pun Mom selalu benar … bukan karna Akbar yang lebih dulu
datang, tapi karna hamper dua tahun aku memang diam-diam berharap Akbar datang
pada ku dan berkata … ayo ….aku siap jalani hari bersama mu. Wow ….so sweet.
Aku memanjakan hati ku padahal mom bilang aku tak pernah memanjakan hati ku.
“lalu bicara apa kamu pada Faris … kasihan anak itu… dia
sudah sangat berharap dengan mu ?”
“ Mom aku harus jujur… maaf… bilang ku , aku sudah punya pria
lain…itu lebih baik mom dari pada aku memberikan harapan manis pada akhir nya
akan berakibat buruk bagi dia dan aku, aku tidak suka mendua.”
Mom tersenyum… “kamu memang pintar dan kali ini mom tahu kamu gadis normal… karna hati mu memenangkan
cintamu…padahal sungguh mom takut, kamu bermasalah dengan pribadi mu , karna sejauh ini mom melihat kamu tumbuh
menjadi gadis yang suka membiarkan teman pria mu berharap lebih banyak pada
mu….”
“itu tidak benar, aku berteman dengan banyak teman pria,
karna ku berharap hati ku memiliki debaran manis pada salah satu diantar mereka
, tapi tidak debaran hati ku tetap untuk Akbar, walau aku sudah hampir
meniggalkan sosok itu dua tahun lalu. Tapi ketika dia datang menawarkan cinta
nya, oh… Mom aku tak bisa menolak nya…”.
“Bismilah sayang….jadi lah kau pemenang nya tidak saja
memenangkan hati Akbar, tapi terus memenangkn hari-hari mu selanjut nya bersama
Akbar. Tidak hanya tahun ini, sampai tahun-tahun berganti, hingga kelak akan
hadir Akbar-Akbar kecil dan Putri-Putri kecil lain nya milik kalian berdua
kelak … Amin…”.


��
BalasHapus